Ansor Jatinangor Deklarasikan Pemilu Damai

0
118

JATINANGOR, kordinat.net – Gerakan Pemuda Ansor Jatinangor dan Jajaran Muspika  Kecamatan Jatinangor mendelarasikan Pemilu Damai dan Anti Hoax pada kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) pada tanggal 6-8 April 2018 yang bertempat di Bumi Perkemahan Kiara Payung Kecamatan Jatinangor

Fenomena politik akhir-akhir ini begitur ramai dengan isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat baik dari sisi sosio-kultural maupun sisi ideologis-spiritual. Disisi lain, peran politik perempuan tidak jarang hanya digunakan sebagai komoditi politik struktural yang selalu dibumbui transaksional populerisme bukannya populisme.

Berdasarkan dua poin tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatinangor beserta Jajaran Muspika Kecamatan Jatinangor mengajak masyarakat Jawa Barat, khususnya para pemuda Kecamatan Jatinangor untuk dapat mengawal dengan berpartisipasi  aktif dalam gelaran Pemilu yang akan datang, dalam Deklarasi Pemilu Damai dan Antk Hoax Siang tadi. .

Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kiara Payung tersebut dihadiri oleh 150  representasi organisasi pemuda Kecamatan Jatinangor,  Ketua GP Ansor Kecamatan Jatinangor  beserta para perwakilan pengurusnya, Tokoh-tokoh Lintas Agama dan Juga Perwakilan kepemudaan Kecamatan Jatinangor

“Momentum Pilkada ini harus dijadikan ajang pemersatu antar lapisan anak bangsa,  kita harus bisa mencari persamaan dari perbedaan ini. Karena pada hakikatnya momentum ini adalah ajang kontestasi untuk mencari sosok terbaik dari orang-orang baik yang memiliki kepedulian untuk membangun daerah dan bangsanya.”Ujar  Asep Badruzaman Ketua Pelaksana sebagai salah satu Inisiator dan deklarator dalam acara tersebut.

Agar terwujud Pemilu Damai, masyarakat khususnya para pemuda harus mampu menjadi pelopor untuk  memanfaatkan Keberagaman masyarakat Indonesia yang kaya akan nilai  budaya dan nilai sosial dengan positif melalui penanaman kesadaran politik dalam ruang kebhinekaan. Selanjutnya Upaya-upaya tersebut harus mampu dikemas dalam bentuk  diskusi-diskusi publik  dan kegiatan-kegiatan sosial yang kreatif humanis, yang mampu meredam sinisme SARA dan Bias Gender. Sehingga konflik horizontal tidak lagi datang memeriahkan pesta demokrasi yang segera tiba. (Dudi Rahman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here