Ansor Jatinangor: Menangkal Gerakan Radikalisme yang Berkembang di Jatinangor

0
130

Jatinangor sebagai kawasan pendidikan adalah target sasaran yang paling strategis untuk dijadikan ruang menyebarkan paham-paham baru. Mahasiswa yang digadang-gadang menjadi titik awal kemajuan sebuah bangsa tidak sebanding lurus dengan kenyataannya, paham-paham radikalisme dan anti pancasila justru muncul dari kalangan mahasiswa, pihak kampus dan pemerintahpun harus ambil bagian dalam menyelesaikan problematika yang terjadi di kalangan pelajar.

Meningkatnya radikalisme dalam agama di jatinangor menjadi fenomena sekaligus bukti nyata bahwa indonesia sedang terancam statusnya. Berbagai survey dan riset menunjukan bahwa trend radikalisme dari mereka-mereka yang ingin mengganti pancasila semakin menguat. Di balik segala potret kemajuan yang tercermin dari keberadaan kampus, membawa pengaruh buruk terhadap pergaulan pelajar dan budaya sekitar.

Ketua Ansor Jatinangor Nanang Wahyu meminta, Perguruan Tinggi yang ada di jatinangor tidak hanya mengajarkan ilmu akademik saja, melainkan harus mampu juga menekan beredarnya paham radikalisme di kalangan generasi muda dan mahasiswa harus mampu bersaing tidak hanya dari segi akademik maupun adaptasi terhadap globalisasi, tetapi harus mampu juga mempertahankan nilai luhur agama dan budaya bangsa untuk membantu mewujudkan ketahanan nasional.

“Ini menjadi tugas berat bagi Ansor Jatinangor. Di sisi lain, sebagai organisasi yang memiliki pandangan pancasila adalah final dan NKRI harga mati, Gerakan Pemuda Ansor dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan dan trend tanpa kehilangan jati dirinya sebagai GP Ansor dan Nahdlatul Ulama sebagaimana keterangan “almuhafadotu alal qodimis shalih wal ahdu bil jadidil wal aslah “ mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yg lebih baik,” ungkap Dudi Rahman Sekretaris Ansor Kecamatan Jatinangor di sela-sela waktunya persiapan pembentukan ranting ranting Desa Cileles dan Desa Mekargalih.

Ansor Jatinangor yang beberapa bulan baru saja dilantik mempunyai tugas berat yang harus dijunjung dalam menjalankan roda-roda organisasi, harus mampu merancang strategi gerakan kedepan untuk senantiasa bahu membahu, jinjing menjingjing, pikul memikul setiap tanggung jawab dan menjadi barisan terdepan dalam menghadang gerakan radikalisme, sudah seharusnya Ansor sebagai organisasi kepemudaan , kemasyarakatan dan keislaman mampu mendayung di tengah rotasi zaman yang serba konplek dan berubah secara terus menerus.

Sementara, Ketua Kaderisasi Ansor Jatinangor Agus Taufik Habibi mengatakan dalam upaya percepatan menangkal gerakan radikalisme ansor jatinangor telah mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar yang diadakan pada tanggal 10-12 November 2017 di Pondok Pesantren Al-Falah dengan tujuan”Meneguhkan Gerakan Pemuda Ansor dalam menjaga keutuhan NKRI”. Lalu dilanjut dengan agenda pembentukan ranting 12 desa yang direncakan selama 2 bulan kedepan. Dalam Rapat Anggota pembentukan Pimpinan Ranting Desa Cibesi dihadiri langsung oleh sahabat Deni Ahmad Haidar, Ketua PW Ansor Jawa Barat. (Senja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here