Banser Kota Bandung Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Menggelar Pembaretan

0
96
Pemakaian Baret secara simbolis terhadap oleh Komandan Banser Kota Bandung Ahmad Sanusi
Pemakaian Baret secara simbolis terhadap peserta  oleh Komandan Banser Kota Bandung Ahmad Sanusi

Bandung, kordinat.net – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, disambut para kader Banser Kota bandung dengan melakukan kegiatan “pembaretan”, berjalan kaki secara berkelompok menempuh jarak 30 Km, Minggu (01/10).

Para peserta mengawali perjalanan dari Sekretariat PCNU Kota Bandung dengan berjalan kaki mulai pukul 13.00 dan kembali lagi ke sekretariat pukul 17.30 WIB.

Komandan Banser Kota Bandung Ahmad Sanusi menerangkan, meski menempuh jarak yang cukup jauh, para peserta tetap menampakkan semangat mereka. Sembari lari-lari kecil, di sepanjang jalan mereka menyanyikan beberapa lagu penyemangat, seperti Ya Lal Wathon, Mars Banser dan sebagainya, pungkasnya.

Sanusi menambahkan Pembaretan ini diikuti sekitar 70 orang. Pembaretan merupakan lanjutan dari Diklatsar, sekaligus mempersiapkan pasukan inti, pasukan-pasukan militan yang siap menjawab tantangan dan situasi hari ini.

“Pembaretan bukan akhir, kita tidak boleh lengah sedikitpun, Intinya Banser harus siap lahir batin berjuang demi agama dan bangsa”. Lanjut Sanusi

Dikatakan Sanusi adalah Banser ini manusia luar biasa. Tanpa melihat usia, mereka siap di garda terdepan tanpa pamrih menjaga hal yang tak ternilai, yaitu para Kiai serta menjaga kerukunan bangsa dan negara tempat kita tinggal.

 

Proses penyamaran peserta

Sementara itu, Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak mengatakan bahwa Banser telah ada sejak sebelum kemerdekaan negara Indonesia yang langsung didirikan oleh NU.

“Banser atau Barisan Ansor Serbaguna merupakan tenaga inti GP Ansor sebagai penggerak, pengemban, dan pengamanan program-program sosial kemanusiaan,” ujarnya.

Ansor yang lahir dari rahim NU dan dari dulu selalu menjaga NKRI tetap utuh dan jaya. “Itu kenapa Ansor dan Banser masih tetap eksis sampai sekarang, bagi kita NKRI itu harga mati,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here