Pahitnya Penyakit Gula

20
1105
doc: winnetnews.com

Oleh: Nia Febrina dan Ade Nasihudin, Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad 2015

14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Internasional. Pasalnya, pada tanggal tersebut Frederick Banting bersama dengan Charles Best dan Jones James Rickard Macleod menemukan obat penyembuh penyakit diabetes. Sejak saat itu, tanggal yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun Banting ditetapkan sebagai Hari Diabetes Internasional.

Diabetes dapat menyerang dengan disebabkan pola makan yang tidak teratur dan dapat ditularkan oleh faktor keturunan. Diabetes ini bisa diidap oleh siapapun bukan hanya orang yang lanjut usia saja melainkan remaja maupun anak-anak tergantung bagaimana gaya hidup seseorang atau faktor keturunannya.

Menurut data Departemen Kesehatan (Depkes) Indonesia pada tahun 2013, sebanyak 9,1 juta jiwa kehilangan nyawanya karena penyakit diabetes. Bahkan, jika dilihat dari jumlah penderita, Indonesia menduduki peringkat ketujuh dunia.

Berbicara tentang diabetes, Abun Dahlan dan Idar Darsih adalah dua orang contoh pengidap diabetes. Mereka telah mengidap penyakit tersebut sejak 2014 lalu. Pasangan suami istri ini memberitahukan apa yang mereka rasakan saat mengidap penyakit tersebut ketika ditemui di kediamannya di Desa Margaluyu, Tanjungsari Sumedang pagi tadi.

Menurut Abun, diabetes yang diderita disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. “Setiap pagi saya memang selalu minum kopi atau teh manis. Tapi saya tidak mengira bakal menderita penyakit ini karena tidak ada faktor keturunan dari orangtua,” ujar Abun. Menurutnya, gejala awal yang ia rasakan adalah nafsu makan yang bertambah, penglihatan terasa redup, dan kantuk yang terus menerus. “Sehari saya bisa makan sampai lima kali, padahal biasanya tiga kali,” kata Abun.

Hal tersebut juga dirasakan istri Abun. Idar yang lebih dulu mengidap penyakit ini merasakan gejala yang sama. “Saya kehilangan berat badan sampai 20 kilo dalam satu bulan, Alhamdulillah sekarang gula darah sudah turun,” ujar Idar. Ia menambahkan, untuk sembuh dari penyakitnya, ia dan suaminya harus menjaga pola makan. “Banyak sekali makanan yang dilarang untuk konsumsi pengidap diabetes, salah satunya nasi putih panas. Kata dokter, jika ingin makan nasi, maka harus dalam porsi aman dan dalam keadaan dingin lebih baik jika diganti dengan nasi merah,” katanya.

Ketika ditanyai mengenai obat yang mereka konsumsi mereka ternyata lebih banyak mengonsumsi obat alami. “Kami sudah memakan segala obat selain yang diberi dokter, mulai dari rebusan daun handeuleum, daun sambiloto, semut Jepang, hingga undur-undur hidup yang dimasukkan kapsul,” ujar Idar.

Di akhir perbincangan Abun dan Idar memberikan wejangan agar terhindar dari diabetes. Menurut mereka, bukan hanya orang yang sakit yang harus mengatur pola makan tapi orang sehat juga harus menjaga pola makan agar terhindar dari berbagai penyakit. Cek darah secara rutin pun harus dilakukan “Jangan mentang-mentang sehat, terus tidak cek kesehatan, jangan tunggu sampai sakit,” pungkasnya.

Menurut Irsyadul Qalbi dan Humaira Jasmeen anggota Cimsar Universitas Padjadjaran dalam wawancara di Radioupad Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penderita diabetes tidak terdeteksi di awal. Ada tiga tanda orang mengidap penyakit diabetes secara ilmiah yaitu: poli uria, gejala dimana seseorang pipis berlebihan; kedua yaitu poli dipsi, gejala dimana orang suka haus berlebihan; yang terakhir adalah poli pagi, yaitu gejala seseorang menyukai makan tetapi tubuh tidak gendut dan malah semakin kurus.

Gejala-gejala yang ditimbulkan jika sudah tahap lanjut adalah tubuh menjadi lemah, gampang capek, sering kesemutan, gatal-gatal di bagian tubuh, hingga mata menjadi kabur atau katarak ini disebabkan karena syarafnya yang sudah terganggu. “Adapun hal-hal yang bisa dilakukan adalah dengan merubah pola hidup dan gaya hidup menjadi sehat, perbanyak makan sayur dan minuman, rajin berolahraga serta mengurangi makanan yang berlemak dan memiliki kandungan manis yang banyak,” pungkas Qalbi.

20 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here