Jangan Ragukan Loyalitas Banser kepada Ulama

0
220
Satkoryon Banser Rancasari Kota Bandung saat pengamanan Mama Santiong di RS. Al-Islam Bandung

Bandung – Kordinat.net, Sudah dua malam semenjak kejadian yang menyorot publik terhadap kasus pemukulan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Santiong, Cicalengka Kabupaten Bandung. Sebagai Garda terdepan dari benteng Nahdatul Ulama (NU) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Bandung setia mengawal proses kesembuhan Kyai tanpa henti di Rumah Sakit (RS) Al-Islam, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Minggu, (28/1/18).

“Alhamdulillah sudah dua malam non stop 10 personil Banser NU senantiasa menjaga Kyai di al islam ini,” ucap Komandan Satkoryon Rancasari Wawan Setiawan.

Ia mengatakan, tidak ada duka sama sekali dalam menjaga kyai, karena menjaga kyai merupakan panggilan nurani nya.

“Tidak ada duka sama sekali karena menjadi banser nu untuk menjaga ulama itu adalah panggilan nurani from the bottom in my heart,” ujarnya.

Wawan berharap, agar pa Kyai segera sembuh dan dapat segera beraktifitas kembali di pondok pesantrennya serta untuk pelaku penganiayaan agar cepat bertaubat.

“Harapannya tentu saja paling utama kita semua berharap pa kyai segera pulih serta bisa beraktifitas kembali mengajar santri di pondok pesantren, itu adalah kebahagiaan tersendiri buat kita, dan kita berharap mudah-mudahan orang tersebut (pelaku) cepat sadar (taubat),” tuturnya.

Ia menegaskan, dirinya dan personil Banser NU lainnya akan senantiasa mengawal proses penyembuhan pa Kyai sampai tuntas.

“Kita akan berada di tempat ini sampai pa kyai sembuh dari penderitaan yang beliau alami,” pungkasnya.

Aa Abdul Rozak selaku Ketua GP Ansor Kota Bandung, mengapresiasi atas kesigapan Banser dalam menjaga para ulama.

“Anggota Banser dilatih untuk tanggap dan siap dalam situasi kondisi apapun, apalagi ini salah satu tugas mulia, menjaga dan mengawal ulama yang sedang terdzholimi”.

Ia mengatakan, sahabat Wawan selaku Satkoryon Banser Kecamatan Rancasari dengan segala keterbatasan, kakinya yang luka pasca operasi tapi beliau masih berdedikasi dan mengabdi untuk Bangsa dan Negara. “Kami berhutang keteladanan padamu” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here