Negeri Cina di Tanah Sunda

7
1322

Halo-halo Bandung ibu kota Periangan

Halo-halo Bandung kota kenang-kenangan

Penggalan lirik lagu Halo-Halo Bandung yang nyatanya benar menggambarkan keadaan yang ada. Kota penuh kenangan, kota yang bisa membuat orang bernostalgia di dalamnya. Banyak yang menjadikan Bandung sebagai destinasi utamanya ketika hendak menghabiskan liburan atau sekadar akhir pekannya. Udara yang sejuk menjadi pelipur lara bagi masyarakat setelah mengadu nasib di Jakarta.

Banyak hal yang bisa menghibur masyarakat Jakarta saat tiba di tanah Bandung. Mulai dari tempat wisata alam hingga tempat belanja pakaian bisa ditemukan dengan mudahnya di Bandung. Tanah Sunda ini memang menawarkan sejuta pilihan wisata bagi pendatangnya. Wisata yang memang menjadi incaran pendatang salah satunya adalah wisata kuliner. Kuliner di Bandung pastinya menyediakan ragam pilihan dan menonjolkan keunikan tersendiri yang akan menarik mata.

Keunikan tiap tempat kuliner bisa berupa tempat yang didekorasi sedemikian rupa, hingga tempat kuliner yang memanfaatkan sebuah budaya menjadi daya tariknya. Salah satu tempat kuliner yang tergolong baru dan kekinian ada di Kota Bandung mengusung tema budaya Tionghoa. Chinatown Bandung yang ada di Jalan Kelenteng No. 41, Ciroyom, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat ini baru dibuat pada Agustus 2017. Namun antusiasme warga yang berkunjung ke tempat ini sangat tinggi.

Konsep yang diterapkan yaitu Tionghoa memiliki makna tersendiri. Sesuai dengan pernyataan Ridwan Kamil yang dimuat di wisatabdg.com, penggunaan budaya Tionghoa ini merupakan wujud dari keberagaman yang menjadi sebuah ciri khas bagi Bandung. Dengan adanyan Chinatown bisa memperkuat eksistensi Kota Bandung yang telah menyandang status kota yang menghargai perbedaan.

Lukisan di Chinatown menjadi tempat favorit untuk mengabadikan momen.

Ketika baru menjejakkan kaki di tempat ini, kita bisa langsung merasakan nuansa Tionghoa yang kental dan tergambar dari arsitekturnya. Perpaduan merah dan emas langsung mendominasi tempat tersebut. Lampion warna-warni juga terlihat tergantung menyambut para pengunjung. Sebuah gapura besar berwarna merah dengan ornamen khas Tionghoa menjadi tempat pembelian tiket yang harus dibeli pengunjung jika ingin masuk ke tempat kulinernya. Cukup dengan Rp10.000 untuk Senin-Kamis dan Rp20.000 untuk Jumat-Minggu. Selain mendapatkan tiket masuk, pengunjung mendapatkan sebuah cinderamata yang akan mengingatkan pengunjung pada Chinatown.

Di destinasi wisata baru ini terdapat gerai yang menjual berbagai cinderamata khas Tionghoa. Selain itu, terdapat pula gerai yang berisi permainan untuk pengunjung yang dapat dimainkan dengan membayar dengan kisaran 15-20 ribu rupiah. Pihak pengelola menyediakan penyewaan kostum budaya Tionghoa untuk berfoto di sana. Pengunjung harus membayar sebesar 150 ribu rupiah untuk kostum, 25 ribu rupiah untuk riasan, dan 25 ribu rupiah untuk biaya cetak foto per lembar. Namun, Chinatown didominasi oleh gerai makanan dan minuman.

Mengenai hal ini, Hani, salah satu pengunjung berpendapat,”Seperti pujasera makanan Tionghoa. (Ekspektasinya) lebih luas dan lebih banyak tempat-tempat untuk foto.”

Sayangnya, uang tunai tidak berlaku di tempat ini. Semua transaksi di Chinatown Bandung harus menggunakan uang elektronik, kartu debit, atau kartu kredit. “Akan lebih baik jika pembayaran menggunakan uang tunai diizinkan, karena tidak semua orang memiliki uang elektronik dan debit, kan,” ujar Hani.

Febri, salah satu pedagang penganan di Chinatown turut menimpali, “Terasa sih, pengunjung jadi malas membeli. Soalnya tidak semua pengunjung punya (uang elektronik) dan merasa seperti direpotkan.”

Tak hanya jadi destinasi wisata, kehadiran Chinatown di Bandung juga membantu mayoritas pemilik gerai yang berasal dari luar atau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan memberikan lahan untuk berjualan, Chinatown turut memberi lapangan untuk pelaku UMKM mengembangkan usaha.

Di balik kekurangan dan kelebihannya, Chinatown Bandung merupakan salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi untuk mengenal budaya Tionghoa. Selain itu, tempat ini juga bisa memuaskan hasrat pengunjung, terutama kawula muda yang gemar berfoto ria karena ornamen di sini membuat Chinatown menjadi tempat yang Instagram-able.

Penjaga stan permainan sedang menjelaskan kepada pengunjung cara bermain.

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here