Surga Tersembunyi di Bandung Selatan

39
653
foto oleh: Melati Nurul
salah satu hal yang paling dicari adalah melihat keindahan malam diatas kawasan Mountain Breeze. foto oleh: Melati Nurul

Banjir, itulah keadaan yang diingat bila kita mengingat Kabupaten Bandung Selatan, khususnya Dayeuhkolot. Itulah yang terjadi ketika kami berkunjung pada Senin, 13 November 2017. Ruas jalan yang basah diguyur hujan menyambut kami ketika menginjakkan kaki di Gerbang Tol Moh Toha. Perbaikan jalan yang mengharuskan buka-tutup jalan pun mengawali kunjungan kami ke salah satu spot wisata baru yang ada di Desa Langonsari, Kelurahan Pameungpeuk, Banjaran.

Kabupaten Bandung Selatan yang memiliki karakteristik udara sejuk menjadi salah satu tujuan objek wisata yang banyak dikunjungi, khususnya warga Jakarta. Beberapa objek wisata mainstream untuk dikunjungi mulai dari Situ Cisanti, Wisata Sejarah dan Wana Gunung Puntang, Kawah Putih, Ranca Upas, Situ Patenggang, atau yang beberapa waktu lalu mencuri perhatian masyarakat yaitu Glamping Lakeside Ciwidey. Ternyata Bandung Selatan tak hanya menyuguhkan wisata berdingin-dingin ria tapi kita bisa merasakan romantisme dengan melihat matahari terbenam di Jalan Raya Banjaran KM 11.5.

Mountain Breeze menyuguhkan pemandangan ciamik dari atas bukit yang bisa langsung melihat pemandangan Kota Bandung, baik siang hari maupun malam hari. Sayangnya, ketika kami berkunjung cuaca tak mendukung untuk bisa melihat matahari terbenam. Eitss, jangan berkecil hati dulu ketika berkunjung kesana pada musim hujan. Untuk kamu K-popers yang menonton drama Goblin, kamu akan merasakan sensasi yang sama ketika Kim Shin sedang menikmati pemandangan Seoul di malam hari. Kombinasi pegunungan yang diterangi cahaya bulan dan lampu-lampu mobil mewarnai malam kami saat berkunjung ke Mountain Breeze.

Bagian atas dari Mountain Breeze dihiasi oleh lampu warna warni memperinah suasana pada malam hari. foto oleh: @raniokta99_

Rita Lasmiwati selaku pengurus memaparkan sebenarnya nama Mountain Breeze itu salah satu nama perumahan yang ada di kawasan tersebut. “Resto ini sebenarnya namanya Batu Kincir, karena ada perumahan (Mountain Breeze) itu jadi ngikut,” ujar wanita paruh baya itu selagi meminum coklat panas. Seperti yang sudah disebutkan Rita, Mountain Breeze ini memiliki fasilitas seperti restoran Batu Kincir yang sudah melakukan soft launching, tempat futsal, arena gym, dan kolam renang yang masih dalam pembangunan. Fasilitas tersebut berhubungan dengan tagline  Mountain Breeze yaitu “Where The City is My Backyard”. “Ketika kamu membutuhkan sesuatu, kamu tinggal pergi ke halaman rumahmu,” tegasnya.

Salah satu bagian dari Batu Kincir Resto. foto oleh: Melati Nurul

Batu Kincir atau Mountain Breeze ini berada di Jalan Raya Bandung – Banjaran yang tidak sulit untuk ditemukan, ditambah lagi terdapat papan nama di jalan yang sangat membantu. Untuk bisa mencapai ke lokasi ini bisa diakses oleh kendaraan roda dua atau roda empat. Jangan khawatir untuk kalian yang menggunakan kendaraan umum, di pintu gerbang masuk ke wilayah Mountain Breeze ada ojeg yang bisa mengantar kamu untuk sampai di depan gerbang Mountain Breeze. Selanjutnya, kamu bisa menggunakan odong-odong gratis yang disediakan untuk sampai ke resto Batu Kincir. “Sampai saat ini, odong-odongnya masih 1 buah,” ujar Rita.

Untuk kamu yang ingin merasakan sensasi sunset dan pemandangan Kota Bandung dari atas bukit, kamu harus merogoh kocek Rp 15.000/ orang. Setelah turun dari odong-odong, kamu langsung disambut pintu yang dihiasi bunga-bunga dan lampu warna-warni bila kamu berkunjung pada malam hari. “tempat ini juga cocok kalau bareng pacar, karena disini kan suasananya romantis.” Ujar Tika, salah seorang pengunjung yang datang saat itu. Tak lupa kamu juga bisa melihat batu yang dianggap kramat oleh warga sekitar yang bernama Batu Kincir yaitu dua buah batu yang saling bertumpukan. Resto ini sangat cocok untuk kamu yang suka mengabadikan momen alias selfie. Resto ini akan menyediakan spot khusus di rooftop untuk bersua foto. “Spot untuk selfie masih dalam pembangunan,” ujar Rita. Rita menambahkan spot yang sudah ada dan disukai pengunjung untuk bersua foto adalah di rooftop dan outdoor lantai 1. Desti Antika, seorang pengunjung mengatakan kalau dia lebih menyukai suasana malam hari dibanding siang hari karena bisa menikmati pemandangan kota dari atas bukit.

Menikmati indahnya matahari tenggelam. foto oleh: @ricky_rachmat_firmansyah

“makanan disini enak-enak terus unik juga” ujar Aldy, pengunjung lain di Mountain Breeze. Memang selain menjual pemandangan, Batu Kincir resto juga memiliki menu unik yang jarang dijumpai di tempat lain yaitu baso kelapa muda. Baso yang dikombinasikan dengan mie dan sayuran disajikan di dalam batok kelapa dan kuah basonya asli dari air kelapa. “Ini kreasi dari anak owner Batu Kincir,” ujar Rita. Rita juga meneruskan kalau keluarga dari owner yang sekaligus adik dari Rita memang sangat mencintai kuliner. Dengan tiket masuk Rp 15.000 rupiah, kamu sudah mendapat potongan harga untuk menu main course.

Batu Kincir resto atau Mountain Breeze merupakan salah satu potensi Kabupaten Bandung Selatan, khususnya daerah Banjaran. Rita memaparkan, dengan adanya tempat wisata seperti ini bisa dijadikan kebanggaan tersendiri bagi penduduk Kabupaten Bandung Selatan serta mematahkan apa yang telah terpatri dalam ingatan tentang banjir.

39 COMMENTS

  1. bagus tempat nya enak buat foto sambil santai nikmati udara sejuk dan alami, meskipun menempuh nya butuh perjuangan, nyesel kaya nya yang belum nyoba hhe

  2. Buat kalian yang senang dengan tempat sejuk yang memanjakan diri tempat ini memang recomended. Dan WAJIB untuk dikunjungi. Informasi yang bisa membuat ranking bandung selatan naik tingkat.

  3. Tempatnya recomended banget buat yang pengen santai santai liat view bandung saat malam hari. Jadi gausah jauh-jauh ke caringin tilu ke baleendah aja. Hehe

  4. so cozy dong tempatnya, bisa liat pemandangan biasanya kita musti ke lembg ke pnclut buat liat ky gini. sekarang ada yg lebih dekat dan lebih menarik sekali ya kelihatannya

  5. Sepertinya cocok banget buat reunian… sambil ngobrol santai mengenang masa lalu, memandangi indahnya view Bandung Selatan, dan menikmati kuliner …..
    Mountain Breeze…I ‘m comiiing…thanks infonya..

  6. Nambahin dikit.. Adanya konversi lahan /alih fungsi lahan dr pertanian ke industri ato dr hutan ke pemukiman penduduk yang menyebabkan daerah resapan air.. Berkurang..sehingga begitu hujan turun aliran air. Tidak bisa diserap oleh tanah melainkan terus mengalir ke permukaan bumi..

  7. Di satu sisi menambah PAD (penghasilan asli daerah) kab. Bandung, tp disisi lain mengurangi daerah resapan air.. Karna jelas adanya alih fungsi lahan ini sebagai penyebab terjadinya banjir yg sering melanda kab. Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here